‘100 Hari pertama pemerintahan Presiden Barack Obama dalam prespektif budaya’

(sebuah dialog kecil budaya politik 100 hari Obama)

Dr. Yasraf A. Piliang, MA
Direktur Eksekutif  YAP Institute

100 Hari pertama pemerintahan Presiden Barack Obama adalah masa – masa yang menentukan dimana masyarakat dunia akan menilai hasil – hasil kongkret yang telah dicapainya dengan saat-saat awal terpilihnya Presiden Amerika, yang sangat fenomenal tersebut. Dan untuk membahas hal ini kami telah terhubung melalui telepon dengan Dr. Yasraf Amir Piliang, MA, pemikir pada Forum Studi Kebudayaan ITB dan Direktur Eksekutif YAP Institute

Metro TV  – World News (WN)
Selamat pagi Pak Yasraf?

Yasraf Amir Piliang (YAP)
selamat pagi

(WN)
Terimakasih sudah bergabung dengan kami di Metro World News pagi ini Pak. Bagaimana Anda melihat kaitan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat Abad 21 yang fenomenal dengan hasil – hasil pencapaian kongkret dalam masa 100 Hari Pertama Pemerintahannya?

(YAP)
ya, kita harus melihat dahulu fenomena terpilihnya Barrack Obama itu sendiri. kami melihat disini ada 2 hal yang sangat fenomenal. yang pertama adalah bahwa dia orang ‘kulit hitam’. yang kedua adalah bahwa dia ‘presiden termuda’ diantara presiden – presiden Amerika lainnya. kita melihat bahwa terpilihnya Barrack Obama itu sendiri merupaka suatu hal yang dinantikan oleh masyarakat di seluruh dunia, tentang kebijakannya sendiri. dalam pengertian hal – hal yang kongkret yang dia lakukan, dalam 100 hari pemerintahannya. kita mencatat disini ada 2 hal yang dilakukan oleh Barrack Obama sendiri: pertama adalah hal – hal yang riil yang berkaitan dengan ‘politik praktis’, misalnya seperti penutupan penjara Guantanamo, kemudian kunjungan ke beberapa negara Timur Tengah oleh Hillary Clinton, memberikan stimulus ekonomi, dsb. kedua adalah ‘politik citra’ artinya dia mencoba membangun citra Amerika yang selama ini dalam pemerintahan Presiden Bush sudah begitu rusak dalam pandangan masyarakat dunia. Obama disini mencoba membangun kembali citra yang rusak itu dengan politik image. artinya dia mencoba membangun image yang baru dihadapan masyarakat dunia, melalui media, internet, video confference, dsb

(WN)
Pak Yasraf apa bisa dikatakan bahwa Obama sudah mencapai target sesuai dengan ekspektasi masyarakat dunia dalam kebijakan dan sikap politiknya?

(YAP)
100 hari ini adalah waktu yang begitu pendek untuk menilai berhasil atau tidaknya suatu kebijakan. kita melihat disini, minimal Obama telah melakukan upaya -upaya yang riil seperti tadi itu. dan menurut kami keberhasilan yang cukup fenomenal adalah kemampuan dia membangun ‘image’ tadi itu. artinya dia mencoba memperlihatkan pada masyarakat dunia bahwa pendekatan politik pemerintahannya itu adalah pendekatan yang ‘soft power’, dalam pengertian pendekatan yang kultural. ini sangat berbeda dengan pendekatan yang dilakukan oleh George Bush yang menurut kami sangat militeristik. dan pendekatan yang militeristik menurut kami, mengabaikan pembangunan ‘positive image’. yang dia dilakukan adalah hal – hal yang riil; dengan melakukan penyerangan, instrevensi dsb

(WN)
Lalu perubahan image itu berkaitan erat dengan slogan ‘change’ yang diusung dan menjadi isu sentral pada masa kampanye Obama yang disebut menjadi kunci sukses dalam mendulang dukungan rakyat Amerika. Sejauh mana sebenarnya slogan ‘change’ ini , dimaknai sebagai produk budaya politik yang ‘laku dijual’ dalam mempengaruhi pemilih?

(YAP)
ya, kita mencatat dalam kampanye – kampanye politiknya memang Obama kental sekali mengusung isu ‘perubahan’ ini. dan perubahan yang dia tawarkan adalah perubahan pada kebijakan praktis politiknya maupun kebijakan kultur politiknya. kita melihat bahwa ‘perubahan kultur politik’ itu sendiri yang fenomenal, artinya dia mencoba menampilkan citra presiden itu sendiri dengan tidak terlalu ‘formal’ seperti presiden – presiden yang sebelumnya dan berani melakukan pendekatan – pendekatan politik yang mungkin dianggap ‘tabu’ oleh presiden – presiden yang sebelumnya

(WN)
Lalu fenomena terpilihnya Obama adalah bukti potensi kekuatan kampanye media yang berhasil melampaui realitasnya. Sejauh mana kemudian peran virtual community ini, yang dikelola tim kampanye Obama. Dan bagaimana efektifitas perannya secara politis dalam membangun citra pemerintahan Obama, terutama dalam 100 hari pemerintahanya ini?

(YAP)
pertama, kita melihat efektivitas media informasi yang bersifat virtual ini – sangat terlihat pada waktu kampanye. kita mencatat bahwa terpilihnya Obama itu sangat ditentukan oleh kemampuan dia menggunakan virtual media seperti facebook, website, sms. kita juga melihat kemampuan dia ‘mengelola’ media informasi secara efektif – merupakan ‘kunci’ dalam kemenangannya. artinya melalui media – media itu dia berhasil membangun citra dirinya yang baru; yang mengusung isu tentang perubahan, isu tentang presiden muda, isu tentang perubahan pendekatan di timur tengah, dsb. hal ini yang kemudian juga muncul sebagai usaha dalam ‘pembangunan’ opini publik selama 100 hari program pemerintahannya. tentu diatas semua itu, Obama harus bisa ‘membuktikan’ bahwa semua janji yang menjadi kebijakan politik dalam kampanyenya bisa terealisasikan. yang pada gilirannya bisa terpenuhi ekspektasi masyarakat dunia untuk melihat ‘wajah baru’ Amerika Serikat – ‘yes u can

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.